Gunung api yang masih aktif

GUNUNG API DI PULAU SUMATERA DAN SELAT SUNDA

1. Seulawah Agam, 1.726 m dml
Di Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar

Letusan Terakhir : 1975

Tanggal 16 dan 21 Agustus terdengar suara gemuruh dan asap keluar dariG. Seulawah Agam.

2254266914_a50a2d09252

2. Peuet Sague, 2.780 m dml
Di Kecamatan Meureudeu Selatan, Kabupaten Sigli
Letusan Terakhir : 1998
Awal tahun, laporan dari pilot pesawat Garuda yang melalui jalur Banda Aceh – Medan menyatakan bahwa telah terjadi letusan di G. Peut Sague dengan ketinggian asap mencapai ± 3 km, dengan warna asap hitam keabuan.

peuet-sague

3. BurNi Telong, 2.624 m dml
Di Kabupaten Aceh Tengah
Letusan Terakhir : 7 Desember 1924
Nampak 5 buah tiang asap tanpa diikuti satu letusan.

burni-telong1

4. Sorik Marapi, 2.145 m
Di Kecamatan Kotanopan dan Kecamatan Napal, Kabupaten Tapanuli Selatan
Letusan Terakhir : 1970
Menurut catatan Dinas Vulkanologi, pada tahun ini terjadi letusan abu

sorik_merapi

5. Marapi 2.891,3 m dml
Di Sumatera Barat, Kabupaten Agam dan Kabupaten Batusangkar
Letusan Terakhir : 1927
Pada 5 Pebruari pukul 01.30 terdengar suara letusan pukul 7.20 letusan dengan asap berbentuk kembang kol. Abu sampai di Padang Panjang. Pada 6 dan 7 Pebruari terjadi letusan kecil di Kepundan Bungo. Pada 7 Pebruari hujan abu sampai di Padang Panjang. Pada 11 Pebruari pukul 22.00 turun hujan abu di Padang Panjang. Pada 11 Pebruari pukul 22.00 turun hujan abu di Padang Panjang.

marapi

6. Tandikat 2.438 m dml,
Di Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam
Didalam sejarah hanya diketahui 2 kali letusan dengan periode 15 tahun, yaitu tahun 1889 dan tahun 1915

tandikat-0704-b

7. Talang 2.597 m dml
Di Kecamatan Kota Anau, Kabupaten Solok
Letusan Terakhir : 23 Maret 1981, terdengar suara gemuruh dan asap tebal serta bau belerang kuat, yang sebelumnya didahului oleh adanya gempa yang terjadi sejak Agustus 1980 hingga Maret 1981

talang1

8. Kerinci, 3.805 m dml
Di Kabupaten Kerinci, Propinsi Jambi, dan Kabupaten Solok
Letusan terakhir: 1970
Mungkin terjadi letusan abu di kawah pusat. Sampai sekarang terkadang ada letusan abu tipis di sekitar puncak, seperti terjadi tahun 1999 (juni-juli) dan 2002 (Agustus).

kerinci

9. Sumbing Sumatra, 2.508 m dml
Di Kabupaten Sarolangun -Bangko (Sarko), Propinsi Jambi
Letusan terakhir : Tidak diketahui

sumbing1

10. Kaba, 1.952 m dml
Di Kecamatan Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Propinsi Bengkulu
Letusan terakhir : 2000
Sejak awal Juni terjadi peningkatan kegiatan kegempan di Gunungapi Kaba, yang dipicu oleh gempa tektonik Bengkulu berkekuatan 7.8 skala Richter pada tanggal 4 Juni disertai gempa-gempa susulannya yang dapat dirasakan di kawasan Gunungapi Kaba

kaba

11. Dempo, 3,159 m dpl
Di Kecamatan Pagaralam, Jerai, Muaropinang dan Tanjungsakti, Kabupaten Lahat, Propinsi Sumatera Selatan
Letusan terakhir : 1974
Hujan belereng dari Kawah G.Dempo, Harian Gala 1974.

gunung-dempo3edit

12. Krakatau, P. Rakata 813m, P. Sertung 182m, P. Panjang 132m dan P.Anak Krakatau 305m.
Di Selat Sunda, Kec. Kalianda, Kab. Lampung Selatan
Letusan terakhir : 2001, Erupsi abu pada 5 Juli.

krakatau1

13. Sibayak, Puncak lk 2.094 m dpl
Di Kab. Karo dan Kaban Jahe, Prop. Sumatera Utara.
Letusan terakhir : Tidak diketahui

gunung-sibayak-berastagi-sumatra

14. Sinabung, 2.460 m dpl
Di Termasuk wilayah Kab. Karo (Kabanjahe), Prop. Sumatera Utara.
Letusan terakhir:

sinabung

15. Rajabasa, 1281 m dpl
Di Kecamatan Penengahan dan Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Propinsi Lampung.
Letusan terakhir : Tidak diketahui

rajabasa

GUNUNG API DI PULAU JAWA

1. Gede, 2958 m.
Di wilayah Cipanas, Kabupaten Cianjur dan sebagian termasuk wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Letusan terakhir :
-1957, 13 Maret, pada jam 19.14 – 19.16 letusan disertai suara gemuruh, tinggi awan letusan lebih kurang 3 km di atas kawah (Hadikusumo, 1957).
-1972, Menurut Hamidi (1972, p.3) dalam bulan Juli Kawahlanang mengeluarkan asap putih yang agak tebal berbau belerang bersuara mendesis.

vavai-gede2

2.Tangkubanparahu, 2.084 m dpl
Di Kab. Subang dan sebagian lagi termasuk wilayah Kab. Bandung
Letusan terakhir :1994 erupsi freatik di kawah Baru

tangkuban-perahu

3. Papandayan, 2.665 dml
Di Kabupaten Garut, Jawa Barat
Letusan terakhir : 1993 – sekarang
Kegiatan G. Papandayan terbatas pada kepulan asap fumarola dan solfatara serta bualan lumpur dan air panas di sekitar Kawah Mas dan Kawah Baru (kawah termuda G.Papandayan).

p8160006

4. Guntur, 2.249 m
Gunung Guntur adalah nama sebuah puncak dari suatu kelompok gunungapi yang disebut dengan Komplek Gunung Guntur. Komplek Gunung Guntur ini terdiri atas beberapa kerucut, yaitu Gunung Masigit (2249) yang merupakan kerucut tertinggi. Ke arah tenggara dari Gunung Masigit terdapat kerucut Gunung Parukuyan (2135m), Gunung Kabuyutan (2048) dan Gunung Guntur.
Di Kabupaten Garut, Jawa Barat
Letusan terakhir :1847 Tidak ada keterangan

guntur

5. Galunggung, 2.168 m. dml
Di Priangan Tatar Sunda, Kabupaten Tasikmalaya dan Garut
Letusan terakhir : Letusan 1982 – 1983, terjadi dalam 9 bulan, pada tanggal 5 April 1982 – 8 Januari 1983.

kawah-galunggung1

6. Patuha, 2.432 m.
Di Kec. Ciwidey, Kab. Bandung
Letusan terakhir :Sejak tahun 1600 hingga sekarang kegiatan G. Patuha hanya berupa kegiatan solfatara dan fumarola.

patuha

7. Salak, .2211 m dpl
Di Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor
Letusan terakhir : 1938
Erupsi samping, erupsi preatik diKawah Cikuluwung Putri

salak_view_2

8. Ceremai, .3078 m. dml
Di Kab. Cirebon, Kab. Kuningan dan Kab. Majalengka
Letusan terakhir : Kejadian gempa yang merusak sejumlah bangunan di daerah Maja dan Talaga sebelah barat G. Ciremai tahun 1990 dan tahun 2001. Getarannya terasa hingga desa Cilimus di timur G. Ciremai.

9. Lawu, 3.265 m
Di Propinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah
Letusan terakhir : Tidak diketahui

10. Slamet, 3.432 m dml
Di Kab.Pemalang, Kab. Banyumas dan Kab. Brebes, Kab. Tegal dan Kab. Pubalingga, Jawa Tengah
Letusan terakhir : 1992
12 Maret – 4 April, terjadi peningkatan kegempaan

11. Dieng, 2.565 m. dpl.
Di Dieng Kulon
Letusan terakhir : 1990’s, Kw. Dieng Kulon Letusan freatik lumpur

12. Sundoro, 3.150,7 m. dml
Di Kab. Temanggung (sebelah barat) Kab. Wonosobo (sebelah timur) Jawa Tengah.
Letusan terakhir : 1970
Setelah istirahat selama lk 60 tahun terdapat lagi kenaikan kegiatan tanpa menghasilkan suatu letusan.

13. Sumbing, 3.371m. dpl
Di Kab. Magelang, Temanggung, Wonosobo dan Kab. Purworejo
Letusan terakhir : G. Sumbing yang diklasifikasikan sebagai gunungapi tipe B, sehingga periode letusannya tidak diketahui karena kegiatan terakhir hanya sebatas peningkatan suhu pada beberapa lubang solfatara.

14. Merbabu, 3.145 m dml
Di Magelang, Salatiga dan Boyolali
Letusan terakhir : Tidak diketahui

15. Merapi, 2.968 m dml
Di Kab. Sleman, Prop. DI. Yogyakarta, Kab. Magelang, Boyolali, Klaten, Propinsi Jawa Tengah.
Letusan terakhir : 10 Februari 2001

16. Kelud, 1.731 m dpl
Di Kab. Kediri, Kab. Blitar dan Kab. Malang
Letusan terakhir : 09 Pebruari 1990
Tercatat swarm gempa vulkanik. Amplitudo gempa makin besar. Demikian pula interval antara gempa semakin rapat

17. Semeru, 3.676 m
Di Kabupaten Lumajang dan Malang
Letusan terakhir : 1994, 2 Februari – 15 Februari.
Terjadi letusan dan suara dentuman disertai hujan abu dan guguran lava membentuk awan panas guguran dari kubah lava dan lidah lava yang terbentuk sejak tahun 1992.

18. Bromo, 2.329 m dml.
Di Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kec. Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Prop. Jawa Timur
Letusan terakhir : 2004
8 Juni 2004, terjadi letusan freatik dengan tinggi asap 3000 m dari bibir kawah. akibat letusan itu telah menimbulkan korban jiwa sebanyak 2 orang dan 5 luka-luka. sampai saat ini 9 Juni 2004 gempa-gempa hembusan gas dan steam masih terekam dengan amplituda 1 – 3 mm.

19. Lamongan, 1.671 m dml
Di Lumajang, kota terdekat Probolinggo
Letusan terakhir : 1898, letusan dahsyat

20. Raung, 3.332 dml
Di Wilayah Kab. Bondowoso, Kab. Jember, dan Kab. Banyuwangi, Jawa Timur
Letusan terakhir : Dikabarkan kegiatan meningkat sejak akhir 1972. Hadian (1973) mengunjungi puncak, tetapi keadaan sudah normal kembali. Hampir seluruh permukaan dasar kawah tertutup oleh aliran lava yang keluar dari kerucut yang terletak di tengah dasar kawah.

Terjadi kegiatan letusan antara 13 – 19 Februari dan letusan paroksimal terjadi pada tanggal 19 Februari. Tinggi tiang asap letusan diduga lk. 12 km. Suara dentuman terdengar selama lk. 4 jam dari Surabaya dan Malang. Hujan abu menyebar dan turun hingga Bali dan Surabaya

21. Ijen, tepi kawah 2.386 m dan danau kawah 2.145 m
Di Kecamatan Licin, Sempol, Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso
Letusan terakhir : 2001
Tanggal 8 Januari terjadi peningkatan aktivitas vulkanik ditandai dengan adanya bualan air danau seperti mendidih, bau gas solfatara sangat tajam, terdengar suara blaser yang nyaring dan asap putih tebal dengan tekanan yang kuat (arah asap tegak lurus) dan pada lokasi penambangan belerang terjadi kebakaran belerang, menurut pegawai solfatara telah terjadi letusan di air danau kawah kemungkinan letusan preatik. Pada tanggal 14 Januari suhu permukaan air danau kawah di Dam mencapai 48 °C.

22. Arjuno-Welirang, G. Arjuno 3.339 m dpl, G. Welirang 3.156 m dpl
Di Kab. Malang, Mojokerto dan Pasuruan
Letusan terakhir :
1950, Di bagian baratlaut G. Welirang Letusan abu pada ketinggian antara 2.500 sampai 2.700 m
1952, Kw. Plupuh (bagian barat laut 4 km dari puncak). Hembusan asap putih tebal dan lumpur belerang berwarna putih kekuningan yang penyebarannya mencapai beberapa ratus meter


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: